Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Melalui Pelatihan Pemetaan Polygon
Wonosobo – Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah bersama Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo menggelar Rapat Koordinasi LTT Padi (08/10/25). Pada kesempatan ini sekaligus diadakan Pelatihan Pemetaan Polygon dengan Aplikasi ArcGIS Field Maps. Hadir 44 peserta, terdiri dari Koordinator dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Garung, Kalibawang, Kalikajar, dan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo.
Kabid Tanaman Pangan membuka cara ini, beliau menekankan bahwa data LTT merupakan indikator utama capaian program ketahanan pangan nasional. Validitas data tanam menjadi kunci dalam menentukan kebijakan bantuan benih, pupuk, dan perencanaan produksi di tingkat kabupaten. Melalui kegiatan ini, penyuluh diharapkan mampu memperkuat pelaporan spasial dan administratif secara terpadu.
Narasumber BRMP Jateng, Primaheni Saputri Burhan, STP menjelaskan bahwa hingga 8 September 2025, realisasi LTT padi di Kabupaten Wonosobo mencapai 352 hektar atau 18,46 persen dari target 1.905 hektar. Ia menegaskan perlunya percepatan tanam di wilayah sentra seperti Kalikajar, Kalibawang, Garung, dan Kaliwiro, serta menekankan pentingnya pelaporan riil dan pemisahan antara data padi sawah dan padi gogo di aplikasi ePusluh.
Sesi pelatihan teknis disampaikan Eko Saputro juga dari BRMP Jateng. Pada sesi ini, peserta dibimbing menggunakan aplikasi ArcGIS Field Maps untuk pemetaan lahan pertanaman padi secara spasial. Penyuluh diajarkan membuat poligon lahan, mengisi atribut data komoditas dan varietas, serta melakukan sinkronisasi hasil ke server Pusdatin Kementerian Pertanian. Teknologi ini memungkinkan validasi lokasi tanam secara akurat, baik dalam kondisi daring maupun luring.
Dalam sesi diskusi, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain kewajiban setiap penyuluh melakukan pemetaan poligon seluruh lokasi tanam, pelaporan data ePusluh sebelum pukul 13.00 WIB setiap hari, serta penyusunan CPCL bantuan benih lengkap dengan data koordinat dan pengesahan Dinas Pertanian. Selain itu, setiap BPP diminta melaksanakan monitoring mingguan untuk memastikan kesesuaian data lapangan dengan laporan spasial. Terakhir, kesepakatan tentang komitmen bersama untuk menerapkan hasil pelatihan di wilayah kerja masing-masing. Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo berharap kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan penyuluh dalam menghasilkan data LTT yang akurat, terverifikasi, dan berbasis teknologi spasial, sehingga mendukung peningkatan kinerja pertanian di daerah.